VISI – MISI

citrabakti

Visi
Visi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti (STKIP CITRA BAKTI) Ngada adalah “Terwujudnya Perguruan Tinggi yang sehat, unggul dan sejahtera, menghasilkan SDM beriman, cerdas dan berbudaya pada Tahun 2023“.

 

Misi
(1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional, kompeten, unggul, beriman dan berbudaya.
(2) Melakukan penelitian-penelitian yang berorientasi kepada pengembangan ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Olahraga.
(3) Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara professional.
(4) Mengembangkan dan mengokohkan jejaring kemitraan dengan stakeholder, user, perguruan tinggi lain dan lembaga-lembaga pada tingkat lokal dan nasional untuk memantapkan optimalisasi fungsi dan peran STKIP CITRA BAKTI
(5) Menyelaraskan Sistem Pendidikan di STKIP CITRA BAKTI dengan dunia kerja, kehidupan sosial dan perkembangan global

Key stage
Untuk meraih kepercayaan sebagai agen pemberdayaan masyarakat melalui tridarma perguruan tinggi, STKIP CITRA BAKTI lima tahun ke depan (2013-2017), dilandasi filosofi yang apabila dihayati oleh seluruh sivitas akademika STKIP CITRA BAKTI akan memberikan semangat untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang unggul, mandiri dan berbudaya.

Nilai-nilai tersebut adalah sehat, unggul, sejahtera, beriman, cerdas dan berbudaya.
Untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut STKIP telah menetapkan enam tahapan sebagai kunci kesuksesan dengan akronim ITEACH.

Keenam key stage tersebut dirumuskan dengan memperhatikan perspektif pengembangan STKIP CITRA BAKTI menuju institusi yang bermutu,
Konsolidasi dan reformasi pendidikan tinggi, dan tuntutan peningkatan profesionalisme kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengelola STKIP CITRA BAKTI yang dilandasi prinsip-prinsip good university governance.

Ke-enam key stage dasar STKIP CITRA BAKTI adalah:

1) Menggunakan pendekatan terintegrasi dalam pembelajaran (Integrated approach to learning) melalui kajian yang komprehensif dengan praktek pengajaran yang unggul.

2) Pendidik adalah fasilitator dalam belajar (Teacher as facilitator of learning). Dengan key stage ini pendidik harus menempatkan dirinya pada peran untuk memfasilitasi proses belajar yang menginspirasi, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dengan mengutamakan budaya akademik yang menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, kebebasan ilmiah dan hak-hak asazi manusia;

3) Selalu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik (engage student in learning through meaningful learning) sehingga memuaskan masyarakat (pelanggan eksternal) dan seluruh unsur manajemen (pelanggan internal) sebagai landasan dasar pengembangan program penjaminan mutu (quality assurance) yang memenuhi kebutuhan dan harapan yang berkembang secara dinamis;

4) Menciptakan pembelajaran otentik melalui interaksi yang berkualitas (authentic learning throught quality interaction), didukung penyelenggaraan manajemen pendidikan tinggi yang transparan, efisien, dan akuntabel, digerakkan oleh kepe-mimpinan yang profesional, melayani, berkualitas, demokratis, dan berjiwa kewirausahaan;

5) Institusi percaya, bahwa pebelajar dewasa sebagai pembangun pengetahuan (contructor of knowledge). Oleh karenanya, institusi harus memaksimumkan berbagai keunggulan program-program pendidikan tinggi, baik fisik maupun jasa, dilandasi semangat kebersamaan; dan

(6). Pengembangang secara keseluruhan dan berkesinambungan (holistic development) dengan mengutamakan semangat kerjasama di berbagai jenjang program studi dan unit satuan kerja lainnya dilandasi kepentingan bangsa, negara dan kemanusiaan